Siapa sih yang nggak pernah stres? Tugas numpuk, tekanan akademik, masalah pertemanan, sampai tuntutan dari lingkungan bisa bikin remaja gampang merasa tertekan. Nah, di sini kamu akan belajar tentang cara mengelola stres dengan sehat dan efektif, supaya pikiran lebih tenang, emosi lebih stabil, dan tubuh tetap bugar. Yuk, kenali stres sejak dini dan temukan cara seru untuk mengatasinya bersama bp4teens!

 

Stres adalah perasaan yang umumnya dapat kita rasakan saat berada di bawah tekanan, merasa kewalahan, atau kesulitan menghadapi suatu situasi. Stres dalam batas tertentu bisa berdampak positif dan memotivasi kita untuk mencapai suatu tujuan, seperti mengerjakan tes atau berpidato. Namun, stres yang berlebihan, apalagi jika terasa sulit dikendalikan, dapat berdampak negatif terhadap suasana hati, kesehatan fisik dan mental, dan hubungan kita dengan orang lain.

Ada 2 Jenis Stres

  1. Stres Akut, Stres akut terjadi ketika kita dihadapkan pada situasi yang mendesak atau membahayakan, seperti berada di jalan yang sangat macet dan berpotensi membuat kita terlambat, atau melihat orang menyeberang jalan, sehingga harus menginjak rem dengan cepat. Stres jenis ini biasanya berlangsung dalam jangka pendek, mudah ditangani, dan akan mereda dengan sendirinya jika pemicu stres sudah hilang.
  2. Stres Kronis, Stres kronis berlangsung lebih lama, hingga berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Contohnya, menghadapi masalah keuangan, konflik dalam rumah tangga atau tempat kerja. Seringkali orang tidak menganggap jenis stres ini serius, bahkan menjadi terbiasa. Namun, jika tidak dituntaskan, stres kronis dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, baik fisik maupun emosional.

Gejala-gejala Stres

Gejala Psikis

  1. Mudah merasa frustasi dan marah

  2. Suasana hati berubah-ubah.

  3. Merasa bingung dan tidak berguna.

  4. Pikiran dan perasaan tidak tenang.

  5. Menghindar dari orang lain.

  6. Depresi.

Gejala Fisik 

  1. Pusing dan mual.

  2. Lemas.

  3. Diare atau sembelit.

  4. Gangguan tidur atau tidak bisa tidur (insomnia).

  5. Gangguan pencernaan, seperti masalah gastritis, usus besar dan GERD.

  6. Obesitas dan penyakit kardiovaskular.

  7. Perubahan berat badan. 

  8. Berkeringat.

  9. Gairah dan kemampuan seksual menurun.

  10. Mulut kering dan sulit menelan.

  11. Telinga sering berdenging.

  12. Tubuh gemetar dan jantung berdebar.

Gejala Kognitif 

  1. Kesulitan untuk fokus.

  2. Mudah lupa.

  3. Pesimis dan berpikiran negatif.

  4. Kesulitan dalam mengambil keputusan.

Gejala Perilaku

  1. Cenderung menghindar dari tanggung jawab.

  2. Gugup atau resah.

  3. Kecanduan merokok atau minuman beralkohol.

  4. Tidak bisa mengendalikan rasa takut dan panik.

  5. Tidak mampu beraktivitas sehari-hari.

  6. Sulit melupakan trauma.

  7. Sering merasa pusing dan detak jantung meningkat.

  8. Sulit tidur dan mengalami insomnia.

  9. Berpikir untuk mengakhiri hidup.

Kenapa Sih Orang Bisa Mengalami Stres?

Stres itu sebenarnya reaksi alami tubuh dan pikiran ketika kita merasa tertekan, kewalahan, atau menghadapi sesuatu yang dianggap sulit. Tubuh kita seperti sedang berkata, “Aku lagi butuh istirahat!” Tapi kalau terlalu sering atau terlalu lama, stres bisa jadi masalah.

  1. Terlalu banyak tuntutan. Sekolah, tugas numpuk, ujian, ekspektasi nilai bagus, ikut organisasi, sampai tuntutan dari orang tua bisa bikin kepala penuh. Saat tuntutan terasa lebih besar daripada kemampuan atau waktu yang kita punya, stres pun muncul.
  2. Tekanan emosi dan perasaan. Masalah pertemanan, konflik dengan keluarga, patah hati, atau merasa tidak dipahami bisa membuat emosi campur aduk. Kalau perasaan sedih, marah, atau kecewa dipendam terus, lama-lama bisa berubah jadi stres.
  3. Kurang istirahat dan pola hidup tidak sehat. Kurang tidur, sering begadang, jarang olahraga, dan kebanyakan main gadget bisa bikin tubuh capek. Saat tubuh lelah, pikiran jadi lebih gampang stres, meskipun masalahnya sebenarnya kecil.
  4. Takut gagal atau takut mengecewakan. Rasa takut tidak sesuai harapan, takut nilai jelek, atau takut dibandingkan dengan orang lain bisa membuat seseorang terus merasa tegang. Pikiran seperti “Aku harus sempurna” sering jadi pemicu stres tanpa disadari.
  5. Perubahan yang terjadi secara tiba-tiba. Perubahan seperti pindah sekolah, perubahan lingkungan, masalah keluarga, atau kejadian tak terduga bisa membuat seseorang merasa kehilangan kendali. Otak butuh waktu untuk beradaptasi, dan selama proses itu stres bisa muncul.
  6. Penyakit Kronis. Mengidap penyakit atau gangguan kesehatan kronis serta cedera, yang bersifat jangka panjang, dapat menjadi sumber stres.

Terus Apa Hubungan Stres Dengan Penyakit Hipertensi?

Stres yang dialami secara terus-menerus dapat memengaruhi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Saat seseorang mengalami stres, tubuh akan melepaskan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol. Hormon ini membuat jantung berdetak lebih cepat dan pembuluh darah menyempit, sehingga tekanan darah meningkat sementara. Jika stres terjadi berulang dan tidak dikelola dengan baik, peningkatan tekanan darah ini bisa berlangsung lebih lama dan berisiko berkembang menjadi hipertensi. Selain itu, stres juga dapat mendorong kebiasaan tidak sehat, seperti kurang tidur, jarang berolahraga, makan berlebihan, atau konsumsi kafein berlebih, yang semuanya dapat memperbesar risiko hipertensi. Pada remaja, stres akademik, tekanan sosial, dan kurangnya waktu istirahat bisa menjadi pemicu stres kronis. Oleh karena itu, mengelola stres sejak dini sangat penting untuk menjaga tekanan darah tetap normal dan mencegah hipertensi di masa depan.

Ayo belajar mengelola stres agar pikiran lebih tenang dan tubuh tetap sehat.

Kenali Stresmu

Atur Waktu dengan Seimbang

Bergerak Lebih Aktif

Tarik Napas, Tenangkan Diri

Tidur Cukup

Jaga Pola Hidup Sehat

Ada cara seru loh untuk mengatasi stress

Dengerin musik favorit sambil rebahan atau journaling

Power nap atau tidur cukup biar otak reset

Ekspresikan diri lewat gambar, nulis, atau desain

Gerak santai: jalan sore, stretching, atau dance kecil di kamar

Healing mini: hirup udara segar, lihat tanaman, atau main sama hewan peliharaan

Detoks gadget sebentar untuk nenangin pikiran

Ngobrol bareng teman yang bikin kamu nyaman

Self-talk positif: ingetin diri kalau kamu nggak sendirian

Ingin tahu cara mengelola stres dengan baik? Ayo tonton video berikut

Lagi banyak pikiran? Yuk cek tingkat stres kamu lewat Kalkulator Stres BP4Teens. Cukup beberapa menit untuk lebih mengenal perasaanmu!

Yeyyy Topik Terakhir Sudah Terlewati

Ayo bantu Beaty kerjakan game edukasi yang terakhir. Semoga kita selalu sehat dan terhindar dari Hipertensi