Tidak semua faktor risiko hipertensi bisa kita kendalikan. Ada beberapa kondisi yang sudah melekat sejak lahir atau terjadi secara alami seiring bertambahnya usia. Meskipun tidak dapat diubah, memahami faktor-faktor ini tetap penting agar kita bisa lebih waspada dan melakukan pencegahan sejak dini.
Riwayat keluarga dengan hipertensi mempunyai risiko dua kali lebih besar untuk menderita hipertensi dari pada orang yang tidak mempunyai riwayat keluarga dengan hipertensi. Pada keluarga dengan riwayat hipertensi, risiko terkena kondisi ini meningkat empat kali lipat. Hipertensi pada remaja sangat dipengaruhi oleh faktor keturunan. Studi kasus di Korea Selatan menemukan bahwa riwayat hipertensi keluarga merupakan faktor dominan penyebab hipertensi pada remaja. Riwayat hipertensi pada keluarga dapat disebabkan oleh faktor genetik maupun pola asuh keluarga dalam hal makanan.
Jenis kelamin berpengaruh signifikan terhadap hipertensi, di mana pria lebih rentan pada usia muda (sebelum 55 tahun) karena gaya hidup dan faktor hormonal (estrogen protektif pada wanita), namun risiko wanita meningkat setelah menopause karena hilangnya perlindungan estrogen, membuat prevalensi wanita mendekati atau bahkan melampaui pria pada usia lanjut. Hormon estrogen pada wanita memberikan efek perlindungan pembuluh darah, sementara pria lebih dipengaruhi gaya hidup seperti merokok dan stres.
Usia merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi hipertensi, hal ini disebabkan karena perubahan alamiah dalam tubuh pada jantung, pembuluh darah, dan hormon. Usia juga memiliki dampak signifikan terhadap kejadian hipertensi karena dapat meningkatkan tekanan darah sebagai akibat dari perubahan tubuh terjadi secara alami mengubah hormon, jantung, dan pembuluh darah.