Istirahat sangat penting bagi manusia karena dengan beristirahat kita dapat menyegarkan tubuh kita. Waktu istirahat yang baik adalah tidur malam karena saat tubuh tidur di malam hari, tubuh mengalami perbaikan diri, pertumbuhan, dan lain lain. Waktu yang dibutuhkan untuk tidur berbeda pada usia tertentu. Pada remaja dengan kisaran usia 12-18 tahun membutuhkan waktu tidur sebanyak 8,5 jam perhari. Untuk orang dewasa dengan kisaran usia 18 -40 tahun membutuhkan waktu tidur sebanyak 7-8 jam perhari, dan untuk lanjut usia dengan kisaran dengan umur 60 tahun keatas membutuhkan waktu tidur sebanyak 6 jam perhari.
Lalu bagaimana dampak pada seseorang yang kurang tidur ? kurangnya tidur dapat berdampak buruk bagi tubuh dan psikis. seperti hilang fokus dan tidak dapat berkosentrasi saat belajar atau berkendara, terjadi obesitas, lebih mudah terkena penyakit diabetes mellitus karena terganggunya waktu menghasilkan insulin. Selain diabetes penyakit lain yang dapat menyerang adalah penyakit jantung, tekanan darah tinggi, stroke, dan lain lain. Kurangnya tidur menyebabkan meningkatnya stres seseorang seperti marah marah, terlihat murung, dan sebagainya. Seseorang yang kurang tidur juga lebih terlihat tua karena Kulit terlihat kusam, muncul keriput, memiliki kantung mata atau mata panda.
Kalian pernah berpikir gak, bagaimana sebenarnya kulitas tidur yang baik? Karena kadang kita sudah tidur lama tapi tubuh tetap terasa capek. Simak video berikut untuk mendapatkan jawabannya.
Gangguan Tidur
Gangguan tidur adalah kondisi yang mengganggu pola tidur normal, seperti sulit tidur (insomnia), sering terbangun (apnea), atau mengantuk ekstrem di siang hari (narkolepsi), yang memengaruhi kualitas hidup, kesehatan fisik, dan mental, dengan lebih dari 80 jenis dan penanganan yang tersedia untuk mengatasinya melalui perubahan gaya hidup atau terapi medis
Jenis-jenis Gangguan Tidur
- Insomnia adalah kesukaran dalam memulai tidur atau mempertahankan keadaan tidur. Merupakan keluhan tidur yang paling sering ditemukan dan dapat menetap atau sementara. Survey populasi menunjukkan prevalensi insomnia dalam 1 tahun rata-rata 30-45% pada orang dewasa. Periode singkat insomnia biasanya berkaitan dengan kecemasan, atau gejala sisa dari pengalaman yang mencemaskan atau merupakan suatu antisipasi terhadap pengalaman yang memprovokasi terjadinya cemas (misalnya ujian atau akan menghadapi wawancara kerja). Pada beberapa orang, insomnia sementara yang terjadi padanya berkaitan dengan kesedihan, kehilangan, atau hampir semua perubahan yang terjadi dalam kehidupannya serta stres. Keadaannya tidak akan menjadi serius, walaupun episode psikotik atau depresi berat kadang-kadang diawali dengan insomnia akut. Terapi spesifik untuk keadaan seperti ini biasanya tidak dibutuhkan. Ketika terapi dengan medikasi hipnotik diindikasikan, baik dokter maupun pasien harus menyadari secara jelas bahwa terapi yang diberikan hanya dalam durasi yang singkat dan beberapa gejala, termasuk kekambuhan singkat dari insomnia, mungkin bisa terjadi ketika pengobatan dihentikan.
- Hipersomnia dimanifestasikan sebagai jumlah tidur yang berlebihan, atau mengantuk (somnolen) sepanjang hari yang berlebihan, atau kadang keduanya muncul. Istilah somnolen dapat diberikan untuk pasien yang mempunyai keluhan mengantuk berlebihan dan mempunyai kecendrungan untuk jatuh tertidur saat terjaga, mereka yang mengalami serangan mengantuk, dan mereka yang tidak dapat mempertahankan periode terbangun; ini sebaiknya tidak digunakan untuk orang yang secara fisik mengalami kelelahan atau kecapaian. Meskipun begitu, dalam kenyataannya kadang tidak terlalu jelas. Keluhan hipersomnia jauh lebih sedikit (5% pada orang dewasa) daripada keluhan insomnia.
Parasomnia merupakan salah satu gangguan tidur yang paling sering terjadi. Parasomnia adalah perilaku abnormal yang terjadi selama tidur, seperti berjalan dalam tidur (sleepwalking) berbicara saat tidur (sleep talking), atau mengompol yang terjadi pada anak di atas usia 5 tahun. Parasomnia paling umum terjadi pada anak-anak, tetapi orang dewasa juga dapat mengalaminya. juga dapat memengaruhi orang dewasa.
- Sleep apnea adalah gangguan tidur serius di mana napas berhenti berulang kali saat tidur, bisa puluhan hingga ratusan kali semalam, karena otot tenggorokan terlalu rileks (obstruktif) atau otak gagal mengirim sinyal napas (sentral), menyebabkan kurang tidur nyenyak dan oksigen, sering ditandai dengkuran keras, terengah-engah, lelah di siang hari, dan dapat memicu masalah jantung, darah tinggi, dan diabetes jika tidak diobati.
- Narkolepsi adalah gangguan tidur kronis yang membuat otak kesulitan mengatur siklus tidur-bangun, menyebabkan kantuk berlebihan di siang hari dan serangan tidur tiba-tiba tak terkendali, sering disertai katapleksi (kelemahan otot saat emosi kuat). Gejalanya meliputi rasa kantuk ekstrem, halusinasi saat tidur, kelumpuhan tidur, dan katapleksi, yang dapat sangat memengaruhi kehidupan sehari-hari. Penyebabnya berkaitan dengan hilangnya sel otak penghasil hipokretin, dan penanganannya meliputi perubahan gaya hidup, obat-obatan, serta terapi.
Penyebab gangguan tidur sangat beragam, mencakup faktor psikologis (stres, kecemasan, depresi), gaya hidup (kafein, alkohol, gadget, kurang olahraga), kondisi medis (nyeri kronis, asma, penyakit jantung), lingkungan tidur (terlalu terang/bising), efek samping obat, hingga perubahan jadwal kerja (shift malam, jet lag). Masalah fisik dan mental sering kali saling memengaruhi dan mengganggu siklus tidur normal Anda, menyebabkan sulit tidur atau tidur tidak nyenyak.
Ada yang pernah mengalami insomnia? Bagaimana sih cara mengatasinya? Yuk cari tahu lewat video berikut
Lalu apa hubungan gangguan pola tidur dengan Hipertensi?
Kualitas tidur buruk bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah menjadi hipertensi. Kualitas tidur yang buruk dapat mengubah hormon stres kortisol dan sistem saraf simpatik, sehingga terjadi peningkatan tekanan darah. Kualitas tidur yang buruk akan berpengaruh terhadap kenaikan tekanan darah sehingga bisa mengalami hipertensi sebagai pemicu timbulnya berbagai penyakit. Pola tidur sangat erat kaitannya dengan hipertensi; kurang tidur atau kualitas tidur buruk meningkatkan risiko dan keparahan hipertensi karena mengacaukan hormon stres seperti kortisol, mengaktifkan saraf simpatik, dan memicu peradangan, yang semuanya dapat menaikkan tekanan darah; sebaliknya, tidur yang cukup dengan kuliatas yang baik dapat menstabilkan tekanan darah dan mengurangi risiko penyakit jantung. Pola tidur yang tidak teratur, durasi pendek, atau gangguan tidur berhubungan langsung dengan peningkatan tekanan darah.
Kualitas tidur berpengaruh besar pada fokus, mood, dan kesehatanmu. Yuk, coba Kalkulator Tidur bp4teens untuk mengenali pola tidurmu dan mulai tidur lebih sehat.
Hai Teens
Waktunya game edukasi. Jika kalian sudah menyimak informasi diatas Beaty yakin kalian bisa menjawab semua soal.