Halo Teens
Pada Topik Kali Ini Kita Akan Membahas Seputar Bahaya Rokok dan Minuman Beralkohol serta Minuman yang mengandung Kafein. Ayo Belajar Bareng Beaty
Rokok adalah hasil olahan tembakau yang dibungkus dan merupakan hasil dari tanaman Nicotiana Tabacum, Nicotiana Rustica dan lainnya, atau sintetisnya yang mengandung nikotin dan tar dengan atau tanpa adanya bahan tambahan. Rokok adalah silinder dari kertas yang panjangnya berukuran sekitar 70-120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup melalui mulut pada ujung lainnya
Kira-kira Kandungan Apa Yang Terkandung Pada Sebatang Rokok?
Karbon monoksida
Salah satu kandungan rokok adalah gas beracun karbon monoksida yang tidak memiliki rasa dan bau. Jika menghirup gas karbon monoksida terlalu banyak, sel-sel darah merah akan lebih banyak berikatan dengan karbon monoksida dibandingkan oksigen. Akibatnya, fungsi otot dan jantung akan menurun. Hal ini akan menyebabkan kelelahan, lemas, dan pusing. Dalam skala besar, orang yang menghirup gas ini bisa mengalami koma atau bahkan meninggal.
Nikotin
Kandungan rokok yang paling sering disinggung adalah nikotin yang memiliki efek candu. Nikotin berfungsi sebagai perantara dalam sistem saraf otak yang menyebabkan berbagai reaksi, termasuk efek menyenangkan dan menenangkan. Nikotin yang dihisap perokok akan terserap masuk ke aliran darah, kemudian merangsang tubuh untuk memproduksi lebih banyak hormon adrenalin, sehingga menyebabkan peningkatan tekanan darah, denyut jantung, dan pernapasan.
Tar
Kandungan rokok lainnya yang bersifat karsinogenik adalah tar. Tar yang terhirup oleh perokok akan mengendap di paru-paru. Timbunan tar ini berisiko tinggi menyebabkan penyakit pada paru-paru, seperti kanker paru-paru dan emfisema. Tidak hanya itu, tar akan masuk ke peredaran darah dan meningkatkan risiko terjadinya diabetes, penyakit jantung, hingga gangguan kesuburan.
Hidrogen sianida
Senyawa racun lainnya yang menjadi bahan penyusun rokok adalah hidrogen sianida. Hidrogen sianida juga digunakan dalam industri tekstil, plastik, kertas, dan sering dipakai sebagai bahan pembuat asap pembasmi hama. Senyawa ini bisa mencegah tubuh menggunakan oksigen dengan baik dan dapat membahayakan otak, jantung, pembuluh darah, dan paru-paru. Efek dari senyawa ini dapat menyebabkan kelelahan, sakit kepala, dan mual, hingga kehilangan kesadaran.
Arsenik
Arsenik merupakan golongan pertama karsinogen. Paparan terhadap arsenik tingkat tinggi dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit, kanker paru-paru, kanker saluran kemih, kanker ginjal, dan kanker hati. Arsenik terdapat dalam rokok melalui pestisida yang digunakan dalam pertanian tembakau.
Benzena
Benzena merupakan residu dari pembakaran rokok. Paparan benzena dalam jangka panjang dapat menurunkan jumlah sel darah merah dan merusak sumsum tulang, sehingga meningkatkan risiko terjadinya anemia dan perdarahan. Selain itu, benzena juga merusak sel darah putih sehingga menurunkan daya tahan tubuh serta meningkatkan risiko terkena leukimia.
Kadmium
Kadmium yang terdapat dalam asap rokok akan terserap masuk ke paru-paru. Kadar kadmium yang tinggi dalam tubuh dapat menimbulkan muntah, diare, penyakit ginjal, tulang rapuh, dan meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru.
Formaldehida
Formaldehida merupakan residu dari pembakaran rokok. Dalam jangka pendek, formaldehida mengakibatkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan. Dalam jangka panjang, formaldehida dapat meningkatkan risiko kanker nasofaring.
Amonia
Amonia merupakan gas beracun, tidak berwarna, namun berbau tajam. Pada industri rokok, amonia digunakan untuk meningkatkan dampak candu nikotin. Menghirup dan terpapar amonia dalam jangka pendek dapat mengakibatkan napas pendek, sesak napas, iritasi mata, dan sakit tenggorokan. Sedangkan dampak jangka panjangnya bisa menyebabkan pneumonia dan kanker tenggorokan.
Wah banyak sekali kandungan berbahaya pada rokok, efek samping terhadap kesehatan juga sangat banyak Beaty jadi takut. Dari banyaknya masalah kesehatan yang disebabkan oleh rokok, kali ini Beaty akan membahas Hipertensi. Kenapa sih Rokok dapat menyebabkan Hipertensi?
Merokok masih menjadi masalah terbesar di dunia dan menyebabkan 5,4 juta orang meninggal setiap tahun. Hal ini dijelaskan bahwa efek akut yang disebabkan oleh merokok dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah dengan adanya peningkatan kadar hormon epinefrin dan norepinefrin karena aktivasi sistem saraf simpatis. Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang dapat disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat. Salah satu gaya hidup yang berpengaruh terhadap terjadinya hipertensi adalah kebiasaan merokok. Salah satu masalah yang disebabkan oleh rokok ialah adanya kandungan nikotin yang bisa menyebabkan tekanan darah meningkat karena memiliki sifat sympathomimetic yang mempengaruhi peningkatan detak jantung. Gambaran singkatnya rokok dapat menyebabkan hipertensi karena kandungan zat berbahaya di dalamnya memengaruhi cara kerja jantung dan pembuluh darah. Salah satu zat utama adalah nikotin. Saat nikotin masuk ke dalam tubuh, pembuluh darah menjadi menyempit. Jika pembuluh darah menyempit, aliran darah jadi tidak lancar sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah. Kondisi inilah yang membuat tekanan darah meningkat. Selain nikotin, asap rokok juga mengandung karbon monoksida yang mengurangi jumlah oksigen dalam darah. Akibatnya, jantung harus memompa lebih kuat agar oksigen tetap sampai ke seluruh tubuh. Jika kebiasaan merokok atau terpapar asap rokok terjadi terus-menerus, pembuluh darah bisa menjadi kaku dan rusak. Dalam jangka panjang, tekanan darah akan tetap tinggi dan risiko hipertensi bisa muncul sejak usia remaja, bahkan pada perokok pasif yang sering menghirup asap rokok.
Oke Teens selanjutnya mari kita bahas bahaya minuman beralkohol serta hubungannya dengan penyakit hipertensi.
1. Kerusakan hati
Hati memiliki fungsi utama dalam proses metabolisme tubuh, termasuk dalam mengolah alkohol. Konsumsi alkohol dapat menyebabkan hati mengalami stres, peradangan, dan akhirnya menyebabkan penyakit hati alkoholik. Gejala awalnya mungkin tidak terlihat, tetapi seiring waktu, kerusakan hati dapat menjadi permanen dan berujung pada sirosis atau pembentukan jaringan parut pada organ hati sebagai hasil dari kerusakan berkepanjangan.
2. Kerusakan pankreas
Pankreas memiliki fungsi dalam produksi enzim yang berfungsi dalam pencernaan dan mengatur gula darah. Konsumsi alkohol secara terus menerus dapat merusak jaringan pankreas, meningkatkan risiko pankreatitis. Kerusakan pankreas akibat alkohol terutama berupa Pankreatitis, peradangan akut atau kronis, di mana alkohol memicu penumpukan enzim pencernaan beracun di pankreas, menyebabkan kerusakan jaringan, nyeri perut parah, mual, muntah, dan jika terus berlanjut bisa berujung pada kerusakan permanen dan komplikasi seperti diabetes. Mekanismenya melibatkan alkohol diubah menjadi zat kimia beracun atau menyumbat saluran pankreas, menyebabkan enzim aktif merusak organ.
3. Kerusakan otot jantung
Konsumsi alkohol berlebih dapat menyebabkan kelainan otot jantung yang membuat fungsi jantung sebagai pemompa darah terganggu (kardiomiopati) sehingga meningkatkan risiko gagal jantung dan masalah kesehatan kardiovaskular lainnya. Konsumsi alkohol berlebihan merusak otot jantung melalui kondisi bernama kardiomiopati alkoholik, menyebabkan otot jantung melemah, membengkak (bilik kiri melebar), dan sulit memompa darah, yang berujung pada gagal jantung, detak jantung tidak teratur (aritmia), sesak napas, kelelahan, dan peningkatan risiko serangan jantung serta hipertensi, bahkan bisa merusak pembuluh darah dan memicu stroke.
4. Gangguan Sistem Saraf Pusat
Alkohol memengaruhi sistem saraf pusat, menyebabkan kelelahan, kebingungan, dan penurunan koordinasi. Bahkan, konsumsi berlebih dapat menyebabkan kerusakan permanen pada sel-sel saraf, mengakibatkan gangguan kognitif dan bahkan risiko stroke.
Terus apa hubungan minuman beralkohol dengan Hipertensi?
Minuman beralkohol adalah minuman yang mengandung etil alkohol atau etanol (C2H5OH) yang diproses dari bahan hasil pertanian dengan cara fermentasi dan destilasi. Alkohol merupakan salah satu faktor risiko seseorang terkena hipertensi karena alkohol memiliki efek yang sama dengan karbondioksida yang dapat meningkatkan keasaman darah sehingga darah menjadi kental dan jantung dipaksa untuk memompa, dan dapat meningkatkan kadar kortisol dalam darah sehingga aktivitas rennin-angiotensin aldosterone sistem (RAAS) meningkat dan mengakibatkan tekanan darah meningkat atau hipertensi. Alkohol dan hipertensi memiliki hubungan erat; konsumsi alkohol berlebihan secara teratur dapat meningkatkan tekanan darah dan risiko hipertensi, karena alkohol mengaktifkan sistem saraf adrenergik yang menyempitkan pembuluh darah, meskipun dosis sangat rendah bisa memberi efek sementara pelebaran pembuluh darah. Studi menunjukkan konsumsi lebih dari 12 gram/hari (sekitar 1-2 minuman standar) sudah meningkatkan risiko, dan membatasi atau berhenti minum alkohol sangat disarankan untuk mengendalikan tekanan darah tinggi dan menurunkan risiko komplikasi seperti stroke atau serangan jantung.
Informasi terakhir pada topik ini kita akan mebahas bahaya kafein dan hubungannya dengan Hipertensi.
Kafein adalah stimulan alami yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia. Meski manfaatnya sudah sangat dikenal, bahaya kafein jika dikonsumsi secara berlebihan juga tidak sepele. Kafein bisa ditemukan pada lebih dari 60 jenis tanaman, tetapi sumber kafein yang paling umum dikonsumsi adalah kopi, teh, dan biji kakao. Selain itu, kafein juga sering ditambahkan ke dalam berbagai jenis makanan, minuman, suplemen, dan obat-obatan. Umumnya batas konsumsi kafein yang aman untuk orang dewasa adalah tidak lebih dari 400 mg per hari. Ini sekitar 2–4 cangkir kopi atau 4–8 cangkir teh dan cokelat setiap harinya.
Bahaya konsumsi kafein berlebihan bagi tubuh:
- Menyebabkan Sulit Tidur,
Banyak orang mengonsumsi kafein agar tetap bisa terjaga saat beraktivitas di siang hari. Namun, efek kafein yang berlebihan bisa bertahan hingga malam hari dan menyebabkan sulit tidur, terutama jika dikonsumsi di siang hari menuju sore atau di sore hari. Rata-rata orang dewasa membutuhkan tidur sekitar 7–8 jam setiap malamnya. Bila Anda kurang tidur di malam hari, hal ini justru bisa menyebabkan terganggunya kesiagaan dan kinerja Anda pada keesokan harinya. Selain itu, kurang tidur juga bisa membuat Anda lebih rentan terkena penyakit dan gangguan metabolisme, muncul kedutan pada tanagn dan otot tubuh lainnya, serta penyakit infeksi.
- Meningkatkan resiko osteoporosis,
Konsumsi kafein pada dasarnya memang dapat mengganggu penyerapan dan metabolisme kalsium di dalam tubuh. Tubuh kehilangan sekitar 6 mg kalsium tiap kali Anda mengonsumsi 100 mg kafein atau setara satu cangkir kopi. Jika dikonsumsi secara berlebihan dan dalam jangka waktu yang lama, hal ini pada akhirnya bisa meningkatkan risiko Anda mengalami osteoporosis.
Membuat jantung berdebar, Konsumsi kafein bisa meningkatkan tekanan darah dalam waktu yang singkat. Pada orang-orang yang sensitif, hal ini dapat menyebabkan denyut jantung yang tak beraturan, sehingga mengakibatkan sensasi dada berdebar. Pada orang yang sudah memiliki aritmia sebelumnya, ini bisa menyebabkan kerja jantung menjadi lebih berat. Dalam beberapa kasus, hal ini mungkin bisa menyebabkan risiko yang fatal.
- Menyebabkan masalah pencernaan, Mengonsumsi kafein secara berlebih juga bisa mengakibatkan berbagai masalah pencernaan. Pasalnya, kafein dapat meningkatkan jumlah asam di perut, sehingga bisa menyebabkan mulas atau sakit perut, terutama pada orang yang sudah memiliki penyakit asam lambung atau tukak lambung sebelumnya.
Hubungan Kafein dengan Hipertensi
Hubungan kafein dengan hipertensi bersifat kompleks: kafein bisa menaikkan tekanan darah sementara karena menyempitkan pembuluh darah dan merangsang adrenalin, namun pada peminum rutin, tubuh dapat membangun toleransi sehingga efek jangka panjangnya berkurang atau hilang, meskipun frekuensi konsumsi tinggi bisa tetap meningkatkan risiko hipertensi, terutama pada individu sensitif atau dengan genetik tertentu. Pada sebagian orang, terutama yang sensitif terhadap kafein atau jarang mengonsumsinya, peningkatan tekanan darah ini bisa lebih terasa. Jika konsumsi kafein dilakukan berlebihan dan terus-menerus, kondisi ini dapat berkontribusi terhadap risiko terjadinya hipertensi, terutama bila disertai gaya hidup tidak sehat seperti kurang aktivitas fisik, pola makan tinggi garam, kurang tidur, dan stres
Teens! Ada Video Menarik Nih Ayok Simak Bersama
Hallo Teens!
Baety punya misi penting nih
Misi untuk memecahkan soal-soal pada game edukasi
Yuk bantu Beaty selesaikan misi ini